Teka Teki Empat Pemburu Harta

Sir Arthur Conan Doyle

Mary Morstan mendatangi Sherlock Holmes untuk meminta bantuannya memecahkan sebuah misteri. Sepuluh tahun yang lalu, ayah Mary, Kapten Arthur Morstan, kembali ke London dengan mengambil cuti dari resimennya di India. Katanya, di sana ia dan seorang temannya, Thaddeus Sholto, mendapatkan harta karun yang sangat besar jumlahnya. Tapi ketika Mary tiba di hotel tempat ayahnya tinggal, sang ayah sudah lenyap tanpa jejak. Sherlock Holmes menyambut misteri ini sebagai tantangan menarik. Lebih menarik daripada kokain yang telah membuatnya ketagihan bila sedang tak ada kegiatan. Dan kali ini pun Dr. Watson menyertainya, terutama karena ia sangat tertarik pada Mary Morstan yang di matanya begitu memesona.
 
 

Review

Holmes merasa perlu menyuntikkan kokain ke dirinya sendiri gara-gara otaknya yang tidak bisa diam terpaksa harus diam karena tidak ada kasus, membuat temannya, Watson yang juga seorang dokter merasa sangat khawatir. Untunglah kekhawatiran Watson tidak berlangsung lama. Mrs. Mary Morstan datang dengan kasus rumitnya yang membuat otak Holmes punya kerja.

Mary Morstan mengalami kejadian aneh. Ayahnya yang berjanji menemuinya, hilang tidak ada kabarnya. Enam tahun kemudian ada iklan aneh yang meminta alamat Mrs. Mary Morstan dan mengirimkan kalung mutiara yang besar dan indah kepadanya. Sejak itu setiap tahun Mary Morstan mendapat kiriman mutiara. Di hari yang sama ketika ia menemui Holmes, Mary Morstan mendapat surat yang menyuruhnya untuk datang ke Teater Lyceum dan dia diizinkan untuk membawa dua orang teman. Jadilah bersama Holmes dan Watson. Marry pergi ke tempat tersebut dan dibawa ke sebuah rumah dimana seseorang yang bernama Thaddeus Sholto, seorang pria kecil yang selalu gugup sudah menunggu.

Thaddeus Sholto menceritakan bahwa ayahnya dan ayah Marry mendapat harta karun dalam jumlah besar di India. Mereka bertengkar dalam pembagian harta tersebut dan menyebabkan ayah Marry meninggal karena serangan jantung. Ayah Sholto menyembunyikan harta karun tersebut namun ia meninggal sebelum sempat memberitahukan dimana letak harta karun itu. Di malam ia meninggal, kamarnya digeledah oleh seseorang dan meninggalkan kertas yang bertuliskan ‘Tanda Empat’. Namun, ketika mereka mendatangi rumah Bartholomew, mereka menemukan Bartholomew meninggal dalam ekspresi yang sangat ganjil. Thaddeus Sholto dijadikan tersangka oleh Athelney Jones (Detektif setempat dengan kadar omong kosong yang tinggi)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ask the Rabbit, He Knows Where the Best Books Hide!

Subscribe to Our Newsletter

Dapatkan update terbaru seputar kegiatan klub langsung ke inbox kamu!

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

© 2025 Created with Royal Elementor Addons